Apakah mesin diesel bisa menggunakan bensin?

Posted on Updated on


Sengaja saya mengupload tulisan ini, karena mungkin banyak orang yang bertanya apakah mesin diesel yang biasanya menggunakan minyak solar, tetapi apakah bisa menggunakan bensin (gasoline) sebagai bahan bakarnya? Tetapi mungkin belum ketemu jawabannya. Saya sendiri belum pernah mencobanya, tapi saya akan mengulas secara teknis aja.

Karena secara konstruksi dan prinsip antara mesin diesel dan mesin bensin hampir mirip. Perbedaaanya hanya pada adanya busi pada mesin bensin tetapi pada mesin diesel tidak menggunakan busi. Pada mesin bensin yang konvensional tidak ada injektor, sedangkan pada mesin diesel pasti menggunakan injektor untuk memasukkan bahan bakarnya.

Mesin bensin memasukkan bahan bakar dalam hal ini bensin melalui alat yang bernama karburator. Karburator berfungsi untuk mengkabutkan bensin yang kemudian masuk ruang bakar melalui katup isap ( intake valve ). Ketika terjadi langkah kompresi pada mesin bensin, temperatur yang dicapai dari hasil kompresi pada posisi TDC masih jauh dibawah titik nyala bensin. Sehingga tidak akan mungkin terjadi pembakaran, karena syarat pembakaran kurang satu dari ketiga syarat pembakaran. Syarat pertama adanya bahan bakar dalam hal ini bensin, yang kedua oksidator (udara), dan yang belum terpenuhi adalah panas untuk mencapai titik nyala bensin. Dan sebagai pemicu panas adalah nyala busi. Biasanya busi mulai menyala pada sesaat sebelum TDC. Posisi derajat pada saat busi menyala sebelum TDC tergantung pada desain pembuat atau pemodif mesin, tergantung pada kecepatan efesien kegunaan mesin bensin itu sendiri.

Mesin diesel memasukkan bahan bakar dalam hal ini minyak solar melalui alat yang bernama injektor. Injektor berfungsi sebagai pengkabut bahan bakar. Perbedaan dari injector dengan karburator adalah tempat keluarnya hasil pengkabutannya langsung ke ruang bakar dan juga memerlukan pompa dengan tekanan yang sangat tinggi. Penyemprotan bahan bakar melalui injektor dilakukan pada sesaat sebelum TDC pada akhir langkah kompresi mesin diesel. Posisi derajat penyemprotan oleh injektor sebelum TDC pada akhir langkah kompresi tergantung pada desain pabrikan. Misalnya pada mesin diesel untuk pembangkit listrik dengan putaran nominal yang berbeda. Semakin cepat putaran nominal semakin besar posisi derajat penyemprotan injektor.

Syarat ketiga yaitu panas pada pembakaran yang terjadi pada mesin diesel, sebagai hasil dari langkah kompresi mesin diesel itu sendiri. Dengan rasio kompresi 1:13 sampai 1:24 yang jauh lebih tinggi dari rasio kompresi mesin bensin, temperatur yang dihasilkan pada akhir langkah kompresi telah melampaui titik nyala bahan bakar. Sehingga menyinggung pertanyaan diatas, apakah mesin diesel bisa menggunakan bensin? Jawabannya adalah tergantung pada apakah temperatur yang dihasilkan pada langkah kompresi mesin diesel di atas titik nyala bensin. Sebagai bayangan semakin tinggi rasio kompresi suatu mesin diesel maka akan semakin tinggi pula temperatur yang akan dihasilkan pada akhir langkah kompresi. Dan ternyata tidak seperti yang kita bayangkan, walaupun flash point (temperatur di mana bahan bakar mulai menguap) lebih rendah yaitu sedikit di atas temperatur atmosfer berbeda dengan minyak solar menurut MSDS dari pertamina antara 60 deg.C sampai 90 deg.C. Akan tetapi titik nyala bensin lebih tinggi dibandingkan dengan minyak solar yaitu sekitar 500 deg.C dan minyak solar sekitar 350 deg.C.
Jadi jawabannya bisa digunakan dengan asumsi temperatur hasil kompresi mesin diesel di atas titik nyala (autoignition) bensin yaitu lebih besar dari 500 deg.C.

Selamat mencoba dengan memperhatikan KEAMANAN !!!, karena bensin mempunyai flashpoint yang rendah sehingga mudah terbakar.
Kami menunggu kritik dan saran dari anda. Terima kasih

Iklan

One thought on “Apakah mesin diesel bisa menggunakan bensin?

    Thoharudin said:
    22 April 2013 pukul 10.24

    Tinggi amat bung autoignitionnya. Nggak salah tuh!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s