Amarah

Posted on Updated on


Suatu ketika saya sedang melaksanakan pemeliharaan. Hari itu merupakan hari yang sangat mengesankan, melelahkan, menjemukan, kebingungan jadi satu. Hari senin, hari yang sangat dibenci oleh kebanyakan orang pekerja, termasuk saya. Seminggu sebelumnya juga sangat melelahkan, dimana sabtu minggu juga banyak kegiatan yang membuat badanku menjadi lelah dan capek di hari senin.

Awalnya pemeliharaan berjalan dengan lancar. Saat itu saya sedang menggarap penyetelan clearance valve bersama seorang teman lainnya. Beberapa teman melaksanakan pengecekan yang lain dan juga pemeliharaan filter oli dan juga pemeliharaan strainer oli. Ketika saya sedang menyetel clearance valve, tiba-tiba terjadi banyak luberan oli di tempat filter oli yang sudah dibuka karena pelaksanaan pembersihan oli di strainer. Ceceran oli begitu banyaknya sehingga saya melihat dari atas. Dengan spontan dan suara keras saya berseru stop..stop..!! berulang-ulang. Kemudian saya turun dari atas mesin menuju penyebab terjadinya luberan oli, yaitu strainer untuk mengamankan keadaan. Dengan tiba-tiba seorang panggil saja Sodrun yang mengerjakannya menyerang saya dengan sebuah kunci sambil bergetar, entah apa yang ada dipikirannya. Saya bilang maaf..maaf.., sempat saya menangkis sedikit kunci itu, kemudian ada 2 teman lainnya ada yang meredakan dan menahannya. Tak lama kemudian turunlah supervisor dan menahan Sodrun. Yang mengejutkan saya dan mungkin juga teman-teman yang saat itu ada disitu, tiba-tiba saja Sodrun mengancam “Kubunuh kau!” beberapa kali. Sungguh hal itu mencengangkan, menegangkan, tetapi saya bersyukur karena tindakan saya yang tidak terpancing oleh sodrun untuk meladeni.

” Hai orang-orang yang beriman, ingatlah kamu akan nikmat Allah (yang diberikan-Nya) kepadamu, di waktu suatu kaum bermaksud hendak menggerakkan tangannya kepadamu (untuk berbuat jahat), maka Allah menahan tangan mereka dari kamu. Dan bertakwalah kepada Allah, dan hanya kepada Allah sajalah orang-orang mukmin itu harus bertawakal. ” (Q.S. Al Maa’idah 11)

Apa yang akan terjadi jika aku meladeni, wah ngga tahu apa yang akan terjadi.
Memang pekerjaan di bidang perbaikan permesinan harusnya dilaksanakan dengan cara hati boleh panas tetapi kepala harus tetap dingin. Pekerjaan yang membutuhkan kesabaran, karena berhubungan dengan fisik dan juga lingkungan yang kotor. Saya waktu itu hanya berkata Alhamdulillah, karena kedua belah pihak tidak terjadi luka, saya bersyukur tidak melayaninya.
Semoga Allah selalu melindungiku. Alhamdulillah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s