Bulan: Juli 2011

STARTING MESIN DIESEL

Posted on Updated on


Starting pada mesin diesel digunakan sebagai pengerak mula sebelum terjadinya pembakaran. Setelah mesin terjadi pembakaran maka alat starting akan berhenti secara otomatis. Alat yang digunakan untuk starting mesin diesel beragam seperti, motor dc, engkol manual, dan juga dengan pneumatic.

Starting mesin diesel dengan menggunakan motor dc bisanya digunakan untuk mesin diesel ukuran kecil seperti mesin diesel pada kendaraan, truck, bus, kapal kecil, dan juga mesin genset kecil. Prinsipnya adalah mesin diesel digerakan awal dengan menggunakan motor dc menggunakan tenaga baterai. Setelah terjadi pembakaran maka secara otomatis motor dc akan mati dan menarik diri dari putaran mesin diesel utamanya.

Mesin diesel juga dapat digerakkan awal dengan menggunakan engkol manual. Mesin diesel ini juga mempunyai ukuran yang kecil. Ketika mesin diesel telah terjadi pembakaran maka engkol manual akan terlepas sendiri dari putaran mesin diesel utamanya.
Air starting atau yang sering disebut sebagai pneumatic starting adalah yang paling sesuai digunakan pada mesin diesel ukuran sedang dan besar. Mesin diesel dengan ukuran yang besar biasanya digunakan pada kapal ukuran besar atau suatu pembangkit listrik (PLTD).

Pada prinsipnya adalah udara yang bertekanan dialirkan ke ruang bakar sehingga mendorong piston ke bawah secara bergantian sesuai dengan firing order. Ketika poros engkol pada mesin diesel mulai berputar dan menghasilkan pembakaran maka poros engkol telah digerakkan sendiri oleh tenaga mesin diesel dan pneumatic starting berhenti.

Untuk kesempatan ini penulis mencoba untuk menjelaskan secara lebih lanjut tentang metode starting dengan menggunakan udara bertekanan atau pneumatik starting. Ada beberapa komponen yang akan kita bahas yang berkaitan dengan pneumatik. Pertama adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan udara bertekanan yaitu kompressor. Kompressor yang digunakan biasanya berupa kompressor torak, karena dapat menghasilkan udara dengan tekanan yang sangat tinggi. Dan biasanya untuk mesin diesel besar memerlukan udara dengan tekanan minimal 23 bar yang standby dengan waktu sekitar 5 -10 detik. Sehingga diperlukan kompressor dengan tekanan yang tinggi dan yang paling cocok adalah jenis kompressor torak.

Untuk menyimpan udara bertekanan diperlukan tabung udara dengan kemampuan menahan udara bertekanan tinggi. Pada tabung udara terdiri dari badan tabung, drain valve dan kepala tabung. Pada kepala tabung terdapat main stop valve, safety valve dan auxiliary valve. Safety valve berguna sebagai pengaman jika terjadi tekanan yang melebihi tekanan yang disyaratkan oleh tabung, maka valve akan otomatis membuka. Main stop valve berfungsi untuk menyalurkan udara bertekanan menuju ke starting valve yang ada pada silinder head. Auxiliary valve dapat digunakan sebagai sistem udara kontrol. Sistem udara kontrol biasanya mempunyai tekanan sekitar 6 bar, sehingga diperlukan air reducer.
Starting valve merupakan komponen yang berfungsi sebagai valve tempat keluarnya udara bertekanan 30 bar, sehingga udara dapat menggerakakn piston ke bawah. Starting valve membuka pada saat posisi TDC pada langkah ekspansi di silinder tersebut dan menutup pada sesaat sebelum BDC langkah ekspansi. Membuka dan menutupnya starting valve diatur oleh suatu alat yang disebut dengan air starting distributor. Air starting distributor mempunyai satu inputan udara bertekanan 6 bar dengan satu valve otomatis yang disebut starting air control valve dan beberapa keluaran udara bertekanan tergantung pada jumlah silinder pada mesin diesel.

Starting valve terdiri dari katup utama, piston, bushing dan spring yang merupakan komponen utama dari starting valve. Katup utama akan membuka jika udara kontrol menekan piston sehingga valve terbuka dan udara bertekanan 30 bar masuk ke ruang bakar menekan piston. Hal tersebut berlangsung berurutan sesuai dengan urutan firing order sampai terjadi pembakaran di ruang bakar. Setelah terjadi pembakaran di ruang bakar maka staring air control valve akan berhenti bekerja dan semua starting valve akan menutup.

Laman dari Indonesia

DIESEL

Posted on Updated on


Diesel, sering kita mendengar kata ini. Mesin ini ditemukan oleh Rudolf Diesel pada tahun 1892. Mesin dengan efesiensi yang tinggi ini merupakan mesin pembakaran dalam. Mesin diesel yang sampai sekarang merupakan jenis yang paling banyak digunakan sebagai prime mover pada banyak keperluan mulai dari mobil, kapal dan juga pembangkit listrik.

Mesin diesel memanfaatkan hasil kompresi udara yang dapat menaikkan temperature sehingga dapat mencapai titik nyala (auto ignition) suatu bahan bakar. Sehingga menghasilkan tenaga yang besar pada saat ekspansi. Biasanya bahan bakar yang digunakan adalah minyak diesel atau yang sering disebut dengan solar dan MFO (marine fuel oil) yang merupakan klasifikasi minyak sedang hingga berat.

Prinsip Kerja Mesin Diesel

Dimulai saat udara diisap pada langkah isap, piston bergerak dari posisi TDC ( top dead center ) menuju ke BDC (bottom dead center) hal ini disebut dengan langkah isap. Kemudian udara ditekan karena piston menekan udara dari posisi BCD menuju TDC, sesaat sebelum mencapai TDC dimulai penyemprotan bahan bakar melalui sebuah nozzle. Nozzle berfungsi sebagai atomizer yaitu pengabut bahan bakar sehingga memudahkan bahan bakar teroksidasi dan menghasilkan ledakan sebagai sumber tenaga dari mesin diesel ini. Langkah ekspansi merupakan langkah selanjutnya, ledakan tadi menghasilkan ekspansi pada ruang bakar sehingga piston terdorong dari TDC ke BDC.

Yang terakhir adalah langkah buang yaitu langkah pembuangan gas hasil pembakaran piston bergerak dari posisi BDC ke TDC. Keempat langkah tersebut merupakan gerak translation reciprocating (gerak lurus maju mundur). Untuk menjadikan gerakan tersebut menjadi gerak rotasi maka diperlukan komponen yang disebut connecting rod dan crankshaft. Sehingga hasil akhir dari mesin diesel berupa energi mekanik putar. Energi inilah yang akan digunakan manusia untuk berbagai keperluan.