Bulan: Agustus 2012

Langkah Langkah Membongkar Silinder Head Pada Mesin Diesel

Posted on Updated on


Hal hal penting yang harus diperhatikan dalam membongkar silinder head adalah :

  1. Pastikan mesin diesel dalam kondisi dingin
  2. Air pendingin harus dalam kondisi kosong, caranya dengan mengedrain air pendingin.
  3. Pastikan semua koneksi pipa ke silinder head harus terlepas semua.
  4. Posisikan Top Dead Center (TDC) pada silinder head yang mau di bongkar
  5. Lepas baut silinder head dengan special tools
  6. Angkat silinder head.

Berikut adalah langkah-langkah dalam bongkar pasang  silinder head :

  1. Siapkan manual books pemeliharaan melepas cylinder head.
  2. Drain / keluarkan air pendingin  Jaket Water ( JW ).
  3. Tutup stop kran air pendingin JW.
  4. Lepas tutup cover cylinder head.
  5. Lepas exhaust manifold.
  6. Lepas intake manifold.
  7. Lepas L Boch.
  8. Lepas indicator cock.
  9. Tutup stop kran BBM.
  10. Lepas pipa injektor.
  11. Lepas pipa udara start.
  12. Lepas pipa air jaket water yang berhubungan dengan cylinder head.
  13. Lepas roker arm dan komponen-komponennya.
  14. Lepas cover pengaman komponen diatas cylinder head.
  15. Lepas baut cylinder head.
  16. Setelah baut cylinder head dilepas cylinder head diangkat & diturunkan.
  17. Lepas spring valve intake maupun exhaust, selanjutnya lepas cashing valve exhaust kemudian setelah valve intake dilepas dibersihkan dan diskur selanjutnya diukur sesuai petunjuk manual books.
  18. Rakit kembali chasing valve exhaust, valve intake dirakit pada cylinder head.
  19. Lepas starting valve selanjutnya dibersihkan dan diskur setelah selesai dirakit kembali dan dipasang pada cylinder head.
  20. Bersihkan injektor dan ditest tekanannya sesuai standar, kalau tekanannya tidak sesuai dibongkar kemudian sesuaikan tekanannya selanjutnya pasang kembali pada cylinder head.
  21. Setelah komponen-komponen cylinder head dirakit, cek kembali ikatan-ikatannya.
  22. Sebelum dipasang cylinder head bloknya dibersihkan dan cek ring cylinder head.
  23. Ingatkan waktu memasang cylinder head jangan dipasang dulu exhauste manifol maupun intake manifol, elboch  maupun komponen yang menghambat waktu mengikat cylinder head karena kalau dipasang cylinder head tidak rapat mengakibatkan kompresi bocor  ada toleransi untuk memasang intake manifol dengan syarat bautya asal bisa masuk saja  , bautnya jangan terlalu dalam/rapat,
  24. Pasang kembali cylinder head, ikatan  sesuai manual books.
  25. Pasang kembali perangkat / komponen-komponennya dan stel valve intake maupun exhaust, clearence sesuai dengan manual book
  26. Setelah pekerjaan selesai cek kembali semua ikatan-ikatan pada komponen cylinder head dan yakinkan tidak ada tools yang ketinggalan.
  27. Buka kembali stop kran air pendingin untuk pengisian.  Dan buka kran stop BBM selanjutnya jalankan pompa air pendingin untuk pembuangan angin dan cek kalau ada kebocoran.
  28. Yakinkan kondisi mesin siap operasi.
Iklan

Steam Blowing PLTU

Posted on Updated on


Setelah dilakukan chemical cleaning pada boiler. Pembangkit Listrik Tenaga Uap harus dilakukan steam blow  sebelum pengoperasian. Steam blow adalah proses pembersihan pemipaan pada siklus uap dengan menggunakan energi kinetik dari uap yang dihasilkan pemompaan boiler feed pump (BFP) dan heat tranfer di bolier. Tujuan dari proses steam blow adalah membersihkan semua partikel sisa seperti pasir, batu, partikel besi, metal lain, slag pengelasan, dan juga scaling pada permukaan dalam pipa yang tertinggal di superheater dan pipa uap lainnya selama pembuatan pembangkit.

Steam Blow yang dilakukan dibagi menjadi tiga tahap yaitu :

  1. Tahap pertama  main steam system Steam Blow

Jalur uap melalui : drum → superheater  → main steam pipe  → boiler main steam valve  → main steam pipe  → temporary blow steam control valve  → temporary exhaust steam pipe.

  1. Tahap kedua desuperheater water piping system steam blow (temporary pipe disambung setelah desuperheater water pipe motor driven valve)

Jalur uap melalui : drum  → superheater  → desuperheater pipe  → temporary pipe

  1. Tahap ketiga pipa turbine bypass system

Jalur uap : drum  → main steam pipe  → main steam bypass pipe  → temporary exhaust steam

Temperatur dan tekanan uap pada saat steam blow, diatur sedemikian hingga supaya menghasilkan uap kering dengan faktor blowing lebih besar dari 1.0 dimana :

Faktor blowing

Maksud dari faktor blowing > 1 adalah untuk mencegah partikel-partikel yang terbawa uap ketika beroperasi di beban di daya terpasang. Atau dengan kata lain daya sapu partikel pada dinding pipa uap pada saat blowing harus lebih tinggi daripada daya sapu partikel ketika beban penuh.

Hasil dari blowing tersebut berupa target plate yaitu polished Alumunium plate.  Hasil  steam blow dinyatakan baik jika target plate bersih dari partikel yang menempel. Toleransinya adalah satu buah partikel dengan diameter kurang dari 0.5 mm.