Siapakah Atau Apakah Diri Kita

Posted on Updated on


Sifat seorang hingga dewasa saat ini dipengaruhi oleh gen seseorang, serta latar belakang seseorang hingga dia menjadi saat ini. Menurut Florence Littauer dalam bukunya “Personality Plus” orang bisa dibagi menjadi empat sifat yang dominan. yaitu melankolis, sanguinis, korelis dan plegmatis. Keempat sifat itu berbeda beda dan ada yang saling berlawanan. seperti melankolis dengan sanguinis menurut penulis mempunyai sifat yang bertolak belakang yaitu sifat melankolis yang serius, tekun dan mendalam dan berbagai sifat turunananya belawanan dengan sifat sanguinis yang lugu, polos, periang dan kekanak-kanakan serta sifat turunanannya. Walaupun begitu keduanya mempunyai sifat yang sama yaitu sama – sama mempunyai sifat emosional tetapi dengan rentang fluktuasi yang berbeda. Sanguinis memerlukan waktu untuk berubah sikap emosionalnya dengan waktu yang singkat, sedangkan melankolis memerlukan waktu mengubah emosinya  yang sangat lama dan cenderung pendendam. Sedangkan korelis dan plegmatis mempunyai sifat yang berlawanan. Korelis mempunyai sifat egois, bakat jadi pemimpin, dinamis dan aktif, memerlukan perubahan dan semua sifat turunannya sedangkan plegmatis mempunyai sifat sebaliknya yaitu damai, suka mengalah, toleran, permisif, tidak tergesa gesa dan semua turunannya. Tetapi keduanya juga mempunyai sifat sama sama mempunyai emosi yang stabil. Itu kira-kira gambarannya untuk lebih jelasnya baca bukunya sendiri. Apun sifat kita yang paling penting adalah memaksimalkan kelebihan kita melalui bersyukur dan bekerja lebih giat dan menyadari bahwa kita selalu mempunyai kelemahan. Yang penting kita harus ridha kepada Allah atas sifat yang telah diberikan kepada kita dan selalu kita gunakan untuk kebahagiaan kita dan orang orang sekitar kita.

Sistem Pendinginan PLTU

Posted on Updated on


Sistem Pendinginan Pada PLTU Batubara

Dalam pengoperasian mesin thermal seperti PLTU Batubara, hal pertama yang harus dijalankan adalah sistem pendinginan. Dalam pengoperasian PLTU terdiri dari dua jenis sistem pendinginan yaitu closed loop cooling water system dan opened loop cooling water system

1. Closed Loop Cooling Water System

Sistem pendingin closed loop adalah sistem pendinginan yang menggunakan media pendingin air demineralized dengan siklus tertutup. Sistem pendingin ini digunakan untuk mendinginkan bearing bearing pompa pompa utama seperti pendinginan pompa ekstrasi kondensat, pompa opened loop, Pompa oli, Oil cooler Boiler Feed Pump, Pendingin Kompresor Kontrol, Pendingin Kompresor Service, Pendingin Air Dryer, Pendingin Secondary Air Heater, Pendingin Bearing Primary Air Fan, Pendingin Bearing Induce Draft Fan, Pendingin, Pendingin Bearing Force Draft Fan, Pendingin Seal Air Fan, Pendingin LO untuk Pulverizer, Pendingin Hydrolic Power Unit untuk Pulverizer, Pendingin bearing Clean Drain Pump, Pendingin Ash Handling Compressor.

2. Opened Loop Cooling Water System

Sistem pendingin open loop adalah sistem pendinginan yang mengunakan air service dengan sistem terbuka karena terdapat sistem pendinginan mengunakan cooling tower sehingga terdapat kontak langsung dengan udara luar sebagai pendinginannya. Sistem pendinginan Open Loop disebut juga sebagai sistem pendinginan utama karena sistem pendinginan ini digunakan untuk mendinginkan kondesor  dan juga cooler close loop heat exchanger. Selain itu pendinginan open loop juga mendinginkan Generator Air Cooler, Motor Boiler Feed Pump, Oil Cooler, Vacuup Pump Cooler. Sistem pendinginan open loop terdapat dua jenis pompa yaitu Circulating Water Pump (CWP) dengan ukuran yang besar, sedangkan satunya lagi adalah Open Loop Cooling Water Pump (Booster Pump) dengan ukuran yang lebih kecil. Terdapat juga Cooling Tower yang berfungsi sebagai pendingin menggunakan fan besar untuk mengalirkan udara dalam jumlah besar untuk mengambil panas dari media air pendingin.

Secara garis besarnya fungsi sistem pendingin closed loop ialah membatasi temperatur pada peralatan sehingga mencegah peralatan rusak karena berkurangnya viskositas minyak pelumas pada bearing. Sedangkan sistem pendinginan open loop berfungsi untuk pendingin untuk heat exchanger (termasuk didalamnya air cooler dan oil cooler , fungsi kondensasi pada steam water cycle.

Langkah Langkah Membongkar Silinder Head Pada Mesin Diesel

Posted on Updated on


Hal hal penting yang harus diperhatikan dalam membongkar silinder head adalah :

  1. Pastikan mesin diesel dalam kondisi dingin
  2. Air pendingin harus dalam kondisi kosong, caranya dengan mengedrain air pendingin.
  3. Pastikan semua koneksi pipa ke silinder head harus terlepas semua.
  4. Posisikan Top Dead Center (TDC) pada silinder head yang mau di bongkar
  5. Lepas baut silinder head dengan special tools
  6. Angkat silinder head.

Berikut adalah langkah-langkah dalam bongkar pasang  silinder head :

  1. Siapkan manual books pemeliharaan melepas cylinder head.
  2. Drain / keluarkan air pendingin  Jaket Water ( JW ).
  3. Tutup stop kran air pendingin JW.
  4. Lepas tutup cover cylinder head.
  5. Lepas exhaust manifold.
  6. Lepas intake manifold.
  7. Lepas L Boch.
  8. Lepas indicator cock.
  9. Tutup stop kran BBM.
  10. Lepas pipa injektor.
  11. Lepas pipa udara start.
  12. Lepas pipa air jaket water yang berhubungan dengan cylinder head.
  13. Lepas roker arm dan komponen-komponennya.
  14. Lepas cover pengaman komponen diatas cylinder head.
  15. Lepas baut cylinder head.
  16. Setelah baut cylinder head dilepas cylinder head diangkat & diturunkan.
  17. Lepas spring valve intake maupun exhaust, selanjutnya lepas cashing valve exhaust kemudian setelah valve intake dilepas dibersihkan dan diskur selanjutnya diukur sesuai petunjuk manual books.
  18. Rakit kembali chasing valve exhaust, valve intake dirakit pada cylinder head.
  19. Lepas starting valve selanjutnya dibersihkan dan diskur setelah selesai dirakit kembali dan dipasang pada cylinder head.
  20. Bersihkan injektor dan ditest tekanannya sesuai standar, kalau tekanannya tidak sesuai dibongkar kemudian sesuaikan tekanannya selanjutnya pasang kembali pada cylinder head.
  21. Setelah komponen-komponen cylinder head dirakit, cek kembali ikatan-ikatannya.
  22. Sebelum dipasang cylinder head bloknya dibersihkan dan cek ring cylinder head.
  23. Ingatkan waktu memasang cylinder head jangan dipasang dulu exhauste manifol maupun intake manifol, elboch  maupun komponen yang menghambat waktu mengikat cylinder head karena kalau dipasang cylinder head tidak rapat mengakibatkan kompresi bocor  ada toleransi untuk memasang intake manifol dengan syarat bautya asal bisa masuk saja  , bautnya jangan terlalu dalam/rapat,
  24. Pasang kembali cylinder head, ikatan  sesuai manual books.
  25. Pasang kembali perangkat / komponen-komponennya dan stel valve intake maupun exhaust, clearence sesuai dengan manual book
  26. Setelah pekerjaan selesai cek kembali semua ikatan-ikatan pada komponen cylinder head dan yakinkan tidak ada tools yang ketinggalan.
  27. Buka kembali stop kran air pendingin untuk pengisian.  Dan buka kran stop BBM selanjutnya jalankan pompa air pendingin untuk pembuangan angin dan cek kalau ada kebocoran.
  28. Yakinkan kondisi mesin siap operasi.

Steam Blowing PLTU

Posted on Updated on


Setelah dilakukan chemical cleaning pada boiler. Pembangkit Listrik Tenaga Uap harus dilakukan steam blow  sebelum pengoperasian. Steam blow adalah proses pembersihan pemipaan pada siklus uap dengan menggunakan energi kinetik dari uap yang dihasilkan pemompaan boiler feed pump (BFP) dan heat tranfer di bolier. Tujuan dari proses steam blow adalah membersihkan semua partikel sisa seperti pasir, batu, partikel besi, metal lain, slag pengelasan, dan juga scaling pada permukaan dalam pipa yang tertinggal di superheater dan pipa uap lainnya selama pembuatan pembangkit.

Steam Blow yang dilakukan dibagi menjadi tiga tahap yaitu :

  1. Tahap pertama  main steam system Steam Blow

Jalur uap melalui : drum → superheater  → main steam pipe  → boiler main steam valve  → main steam pipe  → temporary blow steam control valve  → temporary exhaust steam pipe.

  1. Tahap kedua desuperheater water piping system steam blow (temporary pipe disambung setelah desuperheater water pipe motor driven valve)

Jalur uap melalui : drum  → superheater  → desuperheater pipe  → temporary pipe

  1. Tahap ketiga pipa turbine bypass system

Jalur uap : drum  → main steam pipe  → main steam bypass pipe  → temporary exhaust steam

Temperatur dan tekanan uap pada saat steam blow, diatur sedemikian hingga supaya menghasilkan uap kering dengan faktor blowing lebih besar dari 1.0 dimana :

Faktor blowing

Maksud dari faktor blowing > 1 adalah untuk mencegah partikel-partikel yang terbawa uap ketika beroperasi di beban di daya terpasang. Atau dengan kata lain daya sapu partikel pada dinding pipa uap pada saat blowing harus lebih tinggi daripada daya sapu partikel ketika beban penuh.

Hasil dari blowing tersebut berupa target plate yaitu polished Alumunium plate.  Hasil  steam blow dinyatakan baik jika target plate bersih dari partikel yang menempel. Toleransinya adalah satu buah partikel dengan diameter kurang dari 0.5 mm.

Pembangkit

Posted on Updated on


Pembangkit listrik adalah sebuah tempat yang terdiri dari komponen penggerak dan alat konversi energi mekanik menjadi listrik. Pembangkit merupakan komponen penyuplai dalam sebuah sistem ketenagalistrikan.

Komponen penggerak dalam sebuah pembangkit adalah sumber tenaga mekanik yang dapat mengerakan generator. Generator merupakan alat konversi dari energi mekanik menjadi energi listrik. Sumber energi penggerak dapat berupa tenaga air, tenaga panas bumi, tenaga diesel, tenaga uap dan lain lain.

Tenaga air dapat dipakai sebagai tenaga penggerak generator. Alat yang dapat mengkonversi tenaga air menjadi tenaga mekanik disebut turbin air. Terdapat beberapa jenis dari turbin air yaitu turbin pelton, turbin kaplan(propeller turbine), turbin francis dan turbin aliran silang. Penggunaan jenis turbin air tersebut berdasarkan tinggi jatuh air dan juga debit aliran air.

Image

Tabel penggunaan jenis turbin air bedasarkan Specific speed

Ns = N . P0.5H5/4 

dimana :

N : Kecepatan Putar turbin yang ditentukan (rpm)

Ns : kecepatan spesifik

P : Output Turbin (kW)

H : Tinggi jatuh air (m)

Dimana P = ρ.g.H.Q

ρ :  massa jenis air (kg/m3)

g  : gravitasi m/s2

P : Output Turbin (kW)

H : Tinggi jatuh air (m)

Q : debit air (m3/s)

Turbin pelton merupakan turbin impuls. Turbin Pelton terdiri dari satu set sudu jalan yang diputar oleh pancaran air yang disemprotkan dari satu atau lebih alat yang disebut nozle. Turbin Pelton adalah salah satu dari jenis turbin air yang paling efisien. Turbin Pelton adalah turbin yang cocok digunakan untuk head tinggi.

Image

 Image

Gambar  Runner Turbin Pelton

Salah satu jenis turbin impuls ini juga dikenal dengan nama Turbin Michell-Banki yang merupakan penemunya. Selain itu juga disebut Turbin Osberger yang merupakan perusahaan yang memproduksi turbin crossflow. Turbin crossflow dapat dioperasikan pada debit 20 litres/sec hingga 10 m3/sec dan head antara 1 s/d 200 m.

Turbin crossflow menggunakan nozle persegi panjang yang lebarnya sesuai dengan lebar runner. Pancaran air masuk turbin dan mengenai sudu sehingga terjadi konversi energi kinetik menjadi energi mekanis. Air mengalir keluar membentur sudu dan memberikan energinya (lebih rendah dibanding saat masuk) kemudian meninggalkan turbin. Runner turbin dibuat dari beberapa sudu yang dipasang pada sepasang piringan paralel.

Image

Gambar Turbin Aliran Silang

Turbin francis merupakan salah satu turbin reaksi. Turbin dipasang diantara sumber air tekanan tinggi di bagian masuk dan air bertekanan rendah di bagian keluar. Turbin Francis menggunakan sudu pengarah. Sudu pengarah mengarahkan air masuk secara tangensial. Sudu pengarah pada turbin Francis dapat merupakan suatu sudu pengarah yang tetap ataupun sudu pengarah yang dapat diatur sudutnya. Untuk penggunaan pada berbagai kondisi aliran air penggunaan sudu pengarah yang dapat diatur merupakan pilihan yang tepat.

 Image

Gambar Turbin Francis

Turbin Kaplan dan propeller merupakan turbin reaksi aliran aksial. Turbin ini tersusun dari propeller seperti pada perahu. Propeller tersebut biasanya mempunyai tiga hingga enam sudu.

 Image

Gambar Turbin Kaplan

Tenaga panas bumi juga dapat digunakan sebagai penggerak generator. Panas bumi memanaskan aliran sungai bawah tanah sehingga air tanah tersebut mempunyai entalpi yang tinggi sehingga ketika naik di bor akan menghasilkan energi mekanik jika dikonversi oleh turbin uap.

Tenaga uap dapat di bagi menjadi dua yaitu tenaga uap dari sumber energi fosil dan sumber energi nuklir. Umumya di Indonesia tenaga uap adalah dari sumber energi fosil baik berupa bahan bakar minyak maupun batubara. Karena batubara lebih ekonomis maka di indonesia tenaga uap sebagian besar menggunakan batubara.

Tenaga uap menggunakan siklus rankine. Yaitu terdapat 4 siklus pada umumnya, yang pertama adalah siklus pemompaan, kedua siklus penambahan panas, ketiga siklus ekspansi uap dan yang terakhir siklus pendinginan atau kondensasi.

 Image

Gambar Siklus Rankine

STARTING MESIN DIESEL

Posted on Updated on


Starting pada mesin diesel digunakan sebagai pengerak mula sebelum terjadinya pembakaran. Setelah mesin terjadi pembakaran maka alat starting akan berhenti secara otomatis. Alat yang digunakan untuk starting mesin diesel beragam seperti, motor dc, engkol manual, dan juga dengan pneumatic.

Starting mesin diesel dengan menggunakan motor dc bisanya digunakan untuk mesin diesel ukuran kecil seperti mesin diesel pada kendaraan, truck, bus, kapal kecil, dan juga mesin genset kecil. Prinsipnya adalah mesin diesel digerakan awal dengan menggunakan motor dc menggunakan tenaga baterai. Setelah terjadi pembakaran maka secara otomatis motor dc akan mati dan menarik diri dari putaran mesin diesel utamanya.

Mesin diesel juga dapat digerakkan awal dengan menggunakan engkol manual. Mesin diesel ini juga mempunyai ukuran yang kecil. Ketika mesin diesel telah terjadi pembakaran maka engkol manual akan terlepas sendiri dari putaran mesin diesel utamanya.
Air starting atau yang sering disebut sebagai pneumatic starting adalah yang paling sesuai digunakan pada mesin diesel ukuran sedang dan besar. Mesin diesel dengan ukuran yang besar biasanya digunakan pada kapal ukuran besar atau suatu pembangkit listrik (PLTD).

Pada prinsipnya adalah udara yang bertekanan dialirkan ke ruang bakar sehingga mendorong piston ke bawah secara bergantian sesuai dengan firing order. Ketika poros engkol pada mesin diesel mulai berputar dan menghasilkan pembakaran maka poros engkol telah digerakkan sendiri oleh tenaga mesin diesel dan pneumatic starting berhenti.

Untuk kesempatan ini penulis mencoba untuk menjelaskan secara lebih lanjut tentang metode starting dengan menggunakan udara bertekanan atau pneumatik starting. Ada beberapa komponen yang akan kita bahas yang berkaitan dengan pneumatik. Pertama adalah alat yang digunakan untuk menghasilkan udara bertekanan yaitu kompressor. Kompressor yang digunakan biasanya berupa kompressor torak, karena dapat menghasilkan udara dengan tekanan yang sangat tinggi. Dan biasanya untuk mesin diesel besar memerlukan udara dengan tekanan minimal 23 bar yang standby dengan waktu sekitar 5 -10 detik. Sehingga diperlukan kompressor dengan tekanan yang tinggi dan yang paling cocok adalah jenis kompressor torak.

Untuk menyimpan udara bertekanan diperlukan tabung udara dengan kemampuan menahan udara bertekanan tinggi. Pada tabung udara terdiri dari badan tabung, drain valve dan kepala tabung. Pada kepala tabung terdapat main stop valve, safety valve dan auxiliary valve. Safety valve berguna sebagai pengaman jika terjadi tekanan yang melebihi tekanan yang disyaratkan oleh tabung, maka valve akan otomatis membuka. Main stop valve berfungsi untuk menyalurkan udara bertekanan menuju ke starting valve yang ada pada silinder head. Auxiliary valve dapat digunakan sebagai sistem udara kontrol. Sistem udara kontrol biasanya mempunyai tekanan sekitar 6 bar, sehingga diperlukan air reducer.
Starting valve merupakan komponen yang berfungsi sebagai valve tempat keluarnya udara bertekanan 30 bar, sehingga udara dapat menggerakakn piston ke bawah. Starting valve membuka pada saat posisi TDC pada langkah ekspansi di silinder tersebut dan menutup pada sesaat sebelum BDC langkah ekspansi. Membuka dan menutupnya starting valve diatur oleh suatu alat yang disebut dengan air starting distributor. Air starting distributor mempunyai satu inputan udara bertekanan 6 bar dengan satu valve otomatis yang disebut starting air control valve dan beberapa keluaran udara bertekanan tergantung pada jumlah silinder pada mesin diesel.

Starting valve terdiri dari katup utama, piston, bushing dan spring yang merupakan komponen utama dari starting valve. Katup utama akan membuka jika udara kontrol menekan piston sehingga valve terbuka dan udara bertekanan 30 bar masuk ke ruang bakar menekan piston. Hal tersebut berlangsung berurutan sesuai dengan urutan firing order sampai terjadi pembakaran di ruang bakar. Setelah terjadi pembakaran di ruang bakar maka staring air control valve akan berhenti bekerja dan semua starting valve akan menutup.

Laman dari Indonesia

DIESEL

Posted on Updated on


Diesel, sering kita mendengar kata ini. Mesin ini ditemukan oleh Rudolf Diesel pada tahun 1892. Mesin dengan efesiensi yang tinggi ini merupakan mesin pembakaran dalam. Mesin diesel yang sampai sekarang merupakan jenis yang paling banyak digunakan sebagai prime mover pada banyak keperluan mulai dari mobil, kapal dan juga pembangkit listrik.

Mesin diesel memanfaatkan hasil kompresi udara yang dapat menaikkan temperature sehingga dapat mencapai titik nyala (auto ignition) suatu bahan bakar. Sehingga menghasilkan tenaga yang besar pada saat ekspansi. Biasanya bahan bakar yang digunakan adalah minyak diesel atau yang sering disebut dengan solar dan MFO (marine fuel oil) yang merupakan klasifikasi minyak sedang hingga berat.

Prinsip Kerja Mesin Diesel

Dimulai saat udara diisap pada langkah isap, piston bergerak dari posisi TDC ( top dead center ) menuju ke BDC (bottom dead center) hal ini disebut dengan langkah isap. Kemudian udara ditekan karena piston menekan udara dari posisi BCD menuju TDC, sesaat sebelum mencapai TDC dimulai penyemprotan bahan bakar melalui sebuah nozzle. Nozzle berfungsi sebagai atomizer yaitu pengabut bahan bakar sehingga memudahkan bahan bakar teroksidasi dan menghasilkan ledakan sebagai sumber tenaga dari mesin diesel ini. Langkah ekspansi merupakan langkah selanjutnya, ledakan tadi menghasilkan ekspansi pada ruang bakar sehingga piston terdorong dari TDC ke BDC.

Yang terakhir adalah langkah buang yaitu langkah pembuangan gas hasil pembakaran piston bergerak dari posisi BDC ke TDC. Keempat langkah tersebut merupakan gerak translation reciprocating (gerak lurus maju mundur). Untuk menjadikan gerakan tersebut menjadi gerak rotasi maka diperlukan komponen yang disebut connecting rod dan crankshaft. Sehingga hasil akhir dari mesin diesel berupa energi mekanik putar. Energi inilah yang akan digunakan manusia untuk berbagai keperluan.